Desa Wisata Kasongan, Surga Belanja Kerajinan Gerabah di Yogyakarta

Tidak hanya alam, kuliner dan budaya saja, Yogyakarta juga mampu tampil sebagai destinasi wisata belanja terkenal di Indonesia bahkan dunia. Kota ini punya banyak sekali obyek wisata belanja dengan ciri khas dan keistimewaan yang berbeda-beda.

Sebut saja Desa Kasongan Kabupaten Bantul yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi kerajinan gerabah. Berjarak sekitar 8 km saja dari pusat Yogyakarta, destinasi ini bisa diakses dengan kendaraan pribadi atau alat transportasi publik selama kurang lebih 25 menit.

Sejarah

Dikenalnya Desa Kasongan sebagai sentra produksi gerabah berawal pada zaman penjajahan kolonial Belanda sejak ratusan tahun lalu. Pada suatu saat ditemukan seekor kuda mati milik seorang reserse Belanda di tengah sawah milik warga setempat. Karena merasa takut dapat hukuman, para petani desa tersebut tidak berani lagi menggarap sawahnya sendiri.

Setelah tidak menjadi petani, mereka mencoba membuat peralatan dapur dari tanah liat. Sejak saat itu warga Kasongan mulai dikenal sebagai kundi atau pembuat kendi dan perabot rumah tangga lainnya dalam bentuk gerabah. Ketika itu gerabah-gerabah yang dibuat masih sangat sangat sederhana dan kondisi ini berlangsung terus hingga tahun 1970-an.

Seorang seniman dari Yogyakarta, Sapto Hudoyo tergerak hatinya membantu para kundi agar taraf kehidupannya bisa membaik. Beliau melakukan pengajaran serta pembinaan agar setiap kundi di Kasongan dapat membuat gerabah dengan tampilan yang lebih menarik.

Berubah jadi pusat belanja gerabah

Tidak lama setelah Sapto Hudoyo membantu kundi-kundi, Desa Kasongan langsung berubah jadi pusat belanja kerajinan gerabah dengan model-model yang sangat unik dan cantik. Setiap hari banyak pelancong yang berkunjung ke desa ini.

Akses masuk menuju Desa Kasongan berada dipinggir jalan besar dan ditandai dengan pintu gapura dengan arsitektur yang begitu indah dan megah. Di kiri kanan gapura tersebut terdapat patung kuda sebagai pengingat atas terjadinya kisah sejarah masa lalu di desa ini.

Setelah memasuki gapura eksotis, disepanjang jalan desa traveler akan menemui deretan toko atau showroom dengan pajangan utama aneka kerajinan gerabah seperti guci, pot, patung dan berbagai hiasan rumah yang semuanya dibuat dari tanah liat atau gerabah.

Di beberapa sudut desa tampak kepulan asap, menandakan sedang ada pembakaran gerabah di rumah produksi atau workshop. Apabila tertarik menyaksikan prosesnya secara langsung, traveler dapat datang workshop tersebut. Bahkan jika ingin belajar membuat gerabah sendiri, juga dapat dilakukan di tempat yang sama.

Harga kerajinan gerabah di obyek wisata belanja ini tergolong sangat murah. Selain itu para traveler masih boleh menawar ketika memilih barang-barang yang diinginkan. Jadi tidak usah heran jika Desa Kasongan Yogyakarta selalu jadi jujugan utama para pemburu suvenir ketika sedang liburan di kota tersebut.