Jazz Mben Senen, Sangat Asyik Untuk Menikmati Alunan Musik Jazz Saat Liburan di Yogyakarta


Tidak hanya seni tradisional saja, Yogyakarta ternyata juga menyimpan potensi kekayaan seni modern, termasuk musik jazz. Di kota budaya ini, wisatawan dapat menikmati sebuah atraksi pertunjukan musik jazz dengan konsep dan nama yang sangat unik, Jazz Mben Senen. Lokasi penyelanggaraannya ada halaman Gedung Bentara Budaya.

Gedung Bentara Budaya beralamat di Jalan Suroto 2, Kota Baru, Gondokusuman Yogyakarta. Didirikan pada tahun 1982, gedung yang dikelola oleh grup Kompas ini sering menjadi pusat kegiatan seni dan budaya bagi warga kota tersebut. Aneka atraksi sering digelar di tempat ini dan salah satunya adalah pertunjukan musik jazz.

Jazz Mben Senen

Dalam bahasa Jawa, Jazz Mben Senen dapat diartikan sebagai sebuah pertunjukan musik jazz yang diselenggarakan setiap hari Senin. Sesuai dengan penyebutannya, pagelaran musik asal Amerika ini digelar pada Senin malam dan penyelanggaranya merupakan Komunitas Musik Jazz Jogja.

Konsep pertunjukan

Meski bukan merupakan musik asli dalam negeri tetapi pertunjukan ini tetap mengedepankan unsur-unsur lokal Indonesia, khususnya Yogyakarta. Misalnya dalam tata panggung, desainnya selalu menonjolkan nuansa etnis, bukan berbentuk panggung megah yang hanya bisa diakses oleh golongan kelas atas saja. Adakalanya panggung tersebut dibuat dari kain batik, anyaman kulit bambu dan sebagainya.

Sedangkan instrumen musiknya sendiri tidak jarang dipadukan dengan instrumen musik etnis dari seluruh Indonesia seperti gamelan, angklung, gendang, jimbe, seruling bambu dan masih banyak lagi. Satu hal lagi, para musisi yang tampil diatas panggung lebih sering mengenakan busana santai khas Yogyakarta, sangat berbeda dengan musisi jazz dari Jakarta atau Amerika.

Jam session

Musik Jazz yang sering diidentikan dengan kemewahan, bisa dinikmati dengan suasana yang lebih merakyat di Bentara Budaya Yogyakarta ini. Kesannya begitu hangat dan santai. Antara pembawa acara atau MC, pemain musik serta penonton dapat saling berinteraksi secara bebas tanpa ada sekat-sekat pembatas.

Bahkan pada sesi bebas atau jam session, penonton diberi kesempatan menyumbangkan lagu sambil mempertunjukan kemampuan olah vokalnya pada wisatawan yang lain. Selain itu juga boleh bermain musik secara bebarengan bersama semua pengunjung. Dapat saling berkenalan dan berdiskusi terkait dengan perkembangan musik Jazz seringkali tercipta disini.

Untuk menikmati sajian yang sangat unik dan istimewa ini, wisatawan tidak perlu membayar tiket alias gratis. Namun apabila tetap ingin memberi konstribusi, tersedia kotak sumbangan seikhlasnya.

Ketika tercipta pertamakali di Amerika, jazz lebih sering dimainkan oleh masyarakat kelas bawah. Karena itu selain dijadikan sebagai obyek wisata budaya, pagelaran Jazz Mben Senen Yogyakarta juga berfungsi sebagai media untuk lebih memasyarakatkan aliran musik tersebut.