Jogja Walking Heritage, Event Wisata Budaya Paling Menarik Untuk Diikuti

Pernahkah traveler jalan kaki sembari melihat kebudayaan di sebuah daerah? Ada satu aktivitas di Yogyakarta dimana setiap pelancong dalam menikmati kebudayaan sampai melihat keindahan alam di tempat-tempat terbaik bertajuk Jogja Walking Heritage. Event wisata budaya ini digelar setiap tahun setidaknya pada bulan November.

Sejak eventt satu ini diadakan ternyata langsung mampu menyedot perhatian kalangan pelancong lokal sampai luar negeri. Oleh sebab itu ketika Jogja Walking Heritage berlangsung antusias dari para wisatawan akan membludak hingga menjadikan Jogja Walking Heritage sebagai satu event tahunan paling ditunggu. Lalu seperti apa kemeriahan dari event tahunan di Jogja satu ini?

Informasi Umum

Jogja Walking Heritage atau JIHW sendiri sudah resmi dinyatakan sebagai anggota ke 27 dari Liga Jalan Kaki Dunia atau sering disebut International Marching League atau IML tepatnya di 7 Mei 2013 Chantonnay, Perancis. Maka dari itu dengan pengukuhan tersebut Indonesia menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang masuk sebagai anggota IML.

Selain itu saat ini event JIHW juga telah resmi diterima sebagai anggota International Federation of Popular Sports atau IVV yang akan secara langsung menangani triathlon di bulan November 2018 mendatang.

Mengenai spot wisata sebagai tempat berlangsungnya event JIHW tersebut, dipilih situs sejarah dalam daftar UNESCO yakni Candi Prambanan hingga wisata alam di Imogiri. Tentu saja kedua jenis spot wisata tersebut menyajikan aroma sejarah dan alam menarik, yang mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Selain mengenalkan sektor pariwisata, ternyata Jogja Walking Heritage sendiri juga memberikan beberapa konsep acara sekaligus seperti pendidikan, komunikasi, penghijauan, ekonomi, hingga kesehatan. Untuk konsep lingkungan digelar melalui program penanaman pohon sebanyak 1000 buah di sekitar lereng Karang Tengah, Bantul.

Tidak hanya itu, beberapa sektor seperti perekonomian juga mendapatkan dampak baik terutama dari kalangan pengusaha kecil di sekitar spot wisata Candi Prambanan dan di sekitar Imogiri.

 

Ketika membahas soal pesertanya juga sangat menarik karena diikuti oleh 300an peserta yang berasal dari negara-negara tetangga seperti Australia hingga Malaysia dan lainnya. Dari situlah masyarakat Indonesia khususnya Yogyakarta akan mendapatkan keistimewaan karena menjadi tempat berlangsungnya pagelaran akbar tersebut.

Sejak even ini diadakan pertama kali, langsung berhasil akan menyedot peserta sebanyak 2500 sampai 3000 orang lokal. Jadi traveler sudah bisa membayangkan bukan, banyaknya wisatawan yang mengikuti dan kemeriahan wisata budaya ini.

Karena itu, segera masukan momen wisata budaya ini dalam daftar event yang harus diikuti saat liburan di Yogyakarta pada bulan November. Dijamin kegiatan ini bisa memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi para peserta dan pelancong.