Sendratari Ramayana Prambanan, Pagelaran Seni Tari Paling Kolosal di Yogyakarta

Sejak dulu Candi Prambanan di Yogyakarta memang sudah terkenal sebagai destinasi wisata yang sering mendapat kunjungan para traveler pada siang hari. Tapi apabila ingin merasakan nuansa eksotis yang lebih menggetarkan hati, datang pada malam hari adalah sebuah kegiatan yang sangat pantas dijalankan.

Pada malam-malam tertentu sesuai jadwal yang ditetapkan, di pelataran Candi Prambanan diselenggarakan pertunjukan kolosal berupa pagelaran sendratari Ramayana. Tidak akan ada kata lain yang dapat terucapkan saat menyaksikan tontonan akbar ini kecuali hanya satu saja, spektakuler.

Kisah pentas perdana

Pagelaran sendratari Ramayana Candi Prambanan diselenggarakan berdasarkan gagasan dari GPH Djatikoesoemo yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata di era pemerintahan presiden Soekarno. Pada tahuan 1960 beliau mengadakan studi banding ke Kamboja dan menyaksikan pertunjukan seni tari balet yang diadakan didepan Candi Angkor Wat.

Sepulang dari negara tersebut, GPH Djatikoesoemo langsung menelurkan gagasannya untuk mengadakan pertunjukan dengan konsep yang sama di pelataran Candi Prambanan. Tapi jenis pertunjukan yang diadakan bukan berbentuk balet, melainkan sendratari ramayana.

Atraksi perdana sendratari ramayana ini digelar selama 3 hari berturut-turut dari 23 hingga 25 Juli 1961. Sejak saat itu pertunjukan tersebut diadakan secara kontinyu dan terus berlangsung sampai sekarang.

Alur pertunjukan

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan merupakan suatu pertunjukan seni tari dimana alur ceritanya diambil dari relief-relief yang terdapat di dinding candi tersebut. Setiap pertunjukan terdiri dari empat babak, dimulai dari cerita penculikan terhadap Dewi Shinta oleh Rahwana. Setelah itu dilanjutkan Hanoman kera putih, Rahwana gugur dan pertemuan Rama dan Dewi Shinta.

Semua kisah tersebut diwujudkan dalam bentuk tarian tanpa dialog. Sehingga bagi wisatawan yang tidak dapat memahami bahasa Jawa tetap bisa mengikuti alur ceritanya melalui adegan-adegan tarian yang dipertontonkan pada pertunjukan ini. Namun agar dapat memahami, harus mencermati adegan-adegan tarian tersebut secara menyeluruh.

 

Konsep pertunjukan

Pertunjukan Sendratari Ramayana menggunakan kemegahan Candi Prambanan sebagai latar belakang panggung. Dengan tata cahaya lampu yang sangat anggun dan artistik, pertunjukan skala besar ini terlihat makin sempurna dan spektakuler.

Ditambah sound system modern, membuat tontonan ini sangat asyik untuk dinikmati. Decak kagum selalu muncul dari mulut wisatawan atas keindahan atraksi yang dalam sekali babak dimainkan oleh lebih dari 200 penari, belum termasuk para penabuh gamelan dan instrumen musik.

Untuk menyaksikan pertunjukan kolosal dan spektakuler ini, traveler memang harus merogoh kantong lebih dalam. Harga tiketnya antara 150 hingga 400 ribu rupiah, sesuai posisi tempat duduk yang dipilih. Meski tergolong mahal, namun dijamin tidak akan ada kata sesal setelah menikmati atraksi dan obyek wisata seni budaya yang satu ini.