Situs Mantup, Situs Purbakala yang Sangat Cantik di Kabupaten Bantul Yogyakarta

Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini lebih terkenal dengan pantai-pantainya sebagai tujuan wisata. Jarang ditemukan tujuan wisata sejarah di kabupaten ini. Namun, hal itu bukan berarti Kabupaten Bantul tidak memiliki tujuan wisata sejarah.

Salah satu tujuan wisata sejarah yang bisa dijumpai di Kabupaten Bantul adalah Situs Mantup atau akrab juga disebut Candi Mantup. Ini adalah situs peninggalan purbakala yang lokasinya berada di Dusun Mantup, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Sekilas pandang tentang situs Mantup

Situs Mantup sendiri merupakan bangunan peninggalan purbakala yang terdiri dari tiga buah bangunan candi. Ukurannya memang tidak terlalu besar dengan batuan penyusunnya yang mirip batuan untuk membangun candi. Bangunan-bangunan di Situs Mantup ini berjajar dari utara ke selatan dan menghadap kearah barat. Konon pada zaman dulu bangunan-bangunan ini digunakan untuk kegiatan upacara pernikahan.

Situs Mantup ditemukan pertamakali oleh penduduk setempat yang tengah menggarap sawah dan menurunkan permukaan tanah. Tanpa sengaja ditemukan bangunan-bangunan yang mirip batuan candi tersebut yang luasnya 2 x 2 meter persegi dengan tinggi sekitar setengah meter.

Selain ketiga bangunan utama tersebut, juga ditemukan arca-arca Kalyanasundaramurti, yang tidak lain merupakan penggambaran laki-laki dan perempuan dalam posisi berdampingan dan bergandengan tangan. Konon ini adalah gambaran dewa Syiwa dan dewi Parwati.

Peninggalan Hindu

Penemuan bangunan-bangunan candi lengkap dengan arca-arcanya ini merujuk pada ciri-ciri peninggalan Hindu. Hal ini tampak dari pemujaan Dewa Syiwa. Arca yang ditemukan sudah disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta untuk diteliti lebih lanjut. Namun memang belum ada data yang lebih lengkap terkait keberadaan Situs Mantup ini.

Dari penelitian awal, Situs Mantup diperkirakan dibangun sekitar abad VIII atau IX zaman Kerajaan Mataram Kuno atau memiliki latar belakang Hindu dalam proses pembangunannya. Kondisi Situs Mantup ini sendiri saat ini belum mengalami pemugaran karena memang masih belum cukup data untuk melakukan rekonstruksi bangunan-bangunan yang ada.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Situs Mantup untuk melihat langsung jejak sejarah situs purbakala, bisa mengambil titik tolak dari pusat kota Yogyakarta, kemudian menuju Jl. Yogyakarta-Wonosari km 7. Setelah sampai maka ambil jalan masuk di sisi utara sejauh 300 meter. Sebelum Masjid Baiturrahman belok ke barat kearah makam. Dari makam pengunjung bisa berjalan ke arah utara. Tidak lama akan menemukan situs yang menjadi destinasi wisata sejarah tersebut.