Wisata Goa Jomblang, Spot Cahaya Paling Menarik di Kota Yogyakarta

Salah satu tempat wisata alam di Gunung Kidul Yogyakarta yang pas bagi para traveler yang mencintai aktivitas ekstrim serta memacu adrenalin yakni Goa Jomblang. Goa Jomblang bisa juga disebut sebagai goa vertikal karena mulutnya ada di permukaan tanah serta dapat masuk ke dalamnya.

Traveler harus mempunyai keahlian bermain dengan tali agar dapat mencapai bagian dasar dari goa. Medan di sini dapat dikatakan menantang dengan kedalaman yang cukup bervariasi antara 15 meter sampai 80 meter.

Jalur masuk ke dalamnya terbagi menjadi beberapa jenis. Bagi pemula dengan kedalaman 15 meter, jalur ini bisa ditapaki oleh kaki dengan teknik yang cukup mudah. Selain itu ada jalur A yang mempunyai kedalaman 80 meter. Kemudian ada jalur B dengan kedalaman 60 meter dan yang terakhir jalur C berkedalaman 40 meter.

Tak perlu cemas jika baru pertama kali pengunjunginya. Nantinya traveler akan diberi latihan singkat mengenai bagaimana cara untuk menuruni goa dengan cara yang aman. Bukan hanya itu, traveler akan ditemani dengan pemandu yang telah menguasai goa ini.

Lokasi Wisata Goa Jomblang

Walaupun medan Goa Jomblang ini terbilang ekstrim, namun banyak traveler yang tertarik mengujunginya. Lokasinya terletak di Dukuh Jetis Wetan, Pacajero, Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Untuk menjangkaunya traveler hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan saja karena tidak ada transportasi umum yang melaluinya.

Harga Tiket Masuk Ke Goa Jomblang

Jika berbicara mengenai harga tiket masuk sebetulnya traveler tak perlu membayar bila sudah mempunyai peralatan sendiri. Yang dibutuhkan izin terlebih dulu pada Kepala Dukuh. Tetapi, berkenan menggunakan jasa operator, traveler harus menyiapkan jasa pemandu dan peralatan, kurang lebih Rp 450.000 hingga Rp 1.000.000 untuk satu orang.

Meskipun harga yang harus dibayarkan lumayan mahal, tetapi fasilitas dan pengalaman yang bisa di dapatkan sangat mengasyikkan. Sesudah semua perlengkapan melekat sempurna pada badan, petualangan ke kedalaman perut bumi dimulai.

Jika baru pertama kali menuruni goa ini, lebih baik lintasan yang diambil adalah yang paling pendek. Perjalanan 15 meter pertama bisa ditapaki dengan kaki. Mungkin rasa was-was akan sedikit menghantui.

Namun kecemasan akan langsung hilang sesudah menemukan pemandangan hijaunya hutan nan subur, aneka paku-pakuan, semak, sampai pohon besar tumbuh secara rapat. Apalagi jika sudah mampu dan menelusuri jalur A, B dan C.

Setelah berada dalam gua, tersaji sebuah pemandangan yang sangat istimewa berupa paparan sinar matahari dengan tampilan yang sangat cantik. Banyak yang menyebutkan jika fenomena di destinasi wisata alam ini merupakan spot cahaya paling menarik di Yogyakarta, sehingga tidak boleh dilewatkan begitu saja.